6 Penyebab Mata Buta Warna Yang Harus Di Ketahui!

Jika kamu terbiasa menatap layar ponsel selama berjam-jam hanya untuk bermain game online atau mengakses media sosial, sebaiknya hentikan kebiasaan itu mulai dari sekarang. Kamu tentu nggak mau, kan, membuat berbagai masalah kesehatan antri di masa depan? Salah satunya seperti yang terjadi pada Liu, seorang remaja asal Kaohsiung, Taiwan yang mengalami buta warna akibat menghabiskan waktu 10 jam sehari untuk bermain ponsel.  Bagaimana ponsel bisa menjadi penyebab mata buta warna, seperti yang dialami Liu?

Remaja Mengalami Buta Warna Karena Penggunaan Ponsel yang Berlebihan

Liu, remaja berusia 16 tahun yang harus menanggung resiko buta warna akibat kebiasaan buruknya, yakni memainkan ponsel tanpa batas waktu, bahkan dalam ruangan yang kondisinya gelap sekali pun. Kejadiannya berlangsung ketika ia menikmati summer holiday.

Saat liburan usai, tahu-tahu Liu nggak bisa ngebedain warna lampu lalu lintas. Hal itu membuatnya hampir tertabrak kendaraan ketika hendak menyeberang jalan. Remaja asal Taiwan itu mengaku tidak mengetahui jika yang menyala adalah lampu merah, sebelum kemudian ditarik oleh saudaranya.

Tapi, Liu masih beruntung karena ia segera menyadari gangguan mata tersebut. Menurut dokter mata yang menanganinya, Liu mengalami buta warna akibat sering terpapar blue light dari layar LED ponselnya. Paparan itu membuat sel-sel di mata Liu rusak serta menjadi penyebab mata buta warna jenis Deuteranomalia atau tidak bisa membedakan warna merah dan hijau.

Setelah memperoleh perawatan yang serius, kondisi mata Liu perlahan mulai membaik. Namun, dokter menyarankan supaya ia membatasi penggunaan ponsel, maksimal 5 jam sehari.

Penyebab Mata Buta Warna Selain Pemakaian Ponsel yang Terlalu Sering

Buta warna merupakan kondisi di mana kemampuan mata dalam membedakan warna menurun. Indera penglihatan kita pada dasarnya punya sel-sel syaraf dengan pigmen yang dapat memberi respon terhadap cahaya dan warna. Sel tersebut terdiri atas tiga pigmen yang mampu mendeteksi beberapa warna, yakni merah, hijau dan biru.

Nah, pada orang yang menderita buta warna, fungsi sel-sel itu terganggu. Sehingga mata mengalami buta warna parsial (kesulitan membedakan warna tertentu) atau buta warna total. Selain penggunaan gadget, buta warna juga bisa disebabkan oleh hal-hal berikut:

1. Faktor Genetik

Genetik atau keturunan merupakan penyebab mata buta warna yang paling umum. Orang tua yang punya riwayat buta warna berpotensi mewariskan kelainan genetika yang ia bawa pada sang anak. Sehingga, anak pun lahir dengan kondisi serupa. Dalam hal ini, peluang wanita untuk menurunkan penyakit tersebut pada anak lebih besar dibanding pria. Sebab, wanita lah yang biasanya membawa kelainan genetik itu.

2. Menderita Glaukoma

Glaukoma adalah suatu kelainan yang menyebabkan syaraf optik rusak, sehingga menghambat pengiriman informasi dari mata ke otak. Kondisi tersebut bisa terjadi jika tekanan pada bola mata meningkat akibat terganggunya sistem aliran cairan mata atau aqueous humour yang berguna untuk menjaga bentuk mata, membersihkan kotoran pada mata serta memasok nutrisi.

3. Mengalami Neuritis Optik

Neuritis Optik atau Optic Neuritis (ON) ialah gangguan penglihatan yang disebabkan oleh peradangan pada syaraf optik karena adanya infeksi atau penyakit syaraf, seperti multiple sclerosis dan neuromyelitis optica. Kondisi ini mengakibatkan mata terasa nyeri, terutama jika digerakkan dan salah satu mata menjadi buram.

4. Degenerasi Makula

Degenerasi Makula atau Age-related Macular Degeneration (AMD) merupakan gangguan penglihatan yang umumnya dialami oleh orang tua. AMD menyebabkan penderita kehilangan penglihatan sentral, sehingga berpengaruh pada kemampuan mereka dalam membaca, menulis, menyetir serta mengenali wajah orang. Selain itu, penderita AMD juga akan kesulitan melihat di ruangan dengan cahaya yang redup.

5. Retinopati Diabetik

Atau yang dikenal juga dengan Diabetic Retinopathy adalah gangguan penglihatan yang dialami oleh penderita diabetes. Kondisi tersebut merupakan kompikasi dari penyakit diabetes, baik tipe 1 maupun 2, yang menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah pada bagian retina. Penderita akan kehilangan penglihatan secara bertahap dan kesulitan membedakan warna. Jika tidak segera ditangani, Retinopati Diabetik bisa mengakibatkan kebutaan, loh!

6. Katarak

Penyebab mata buta warna yang terakhir, selain karena pemakaian ponsel yang berlebihan adalah menderita penyakit katarak. Katarak sendiri ialah kondisi di mana terdapat gumpalan putih yang menyerupai awan nan menyebabkan lensa mata menjadi buram. Kondisi ini membuat lensa mata tidak dapat men-transfer gambar yang  jelas ke retina mata, sehingga penglihatan penderita menjadi kabur. Katarak umumnya dialami oleh orang yang telah lanjut usia.

Buta warna adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Tapi, penderita bisa belajar untuk menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Sehingga, rutinitas mereka bisa tetap berjalan normal. Berkonsultasilah dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat, sesuai dengan tipe dan penyebab mata buta warna yang diderita.